MENYAPIH MASYARAKAT SASARAN PROGRAM PIDRAJAWA TIMUR
Inspirasi diskusi Rakor PIDRA Jatim- Batu Malang: 23-24 Juni 2008
KEUNGGULAN PIDRA JATIM
•Secara geografis, desa-desa PIDRA Jatim masih lebih mudah terjangkau dibanding desa-desa PIDRA NTT & NTB.
•Secara SDM (dari semua unsur masyarakat-manajemen) juga memiliki keunggulan komperatif. •Akses pasar, permodalan, teknologi, informasi juga lebih mudah.
•Aspek-aspek lainà juga lebih unggul.
KEUNGGULAN sebagai MODAL DASAR
•Semua keunggulan PIDRA Jatim merupakan MODAL DASAR dan telah terbukti, hasil PSME rata-rata masyarakat sasaran Program PIDRA Jatim menunjukkan indikasi lebih mandiri dibandingkan NTB & NTT.
•Namun jika kita datang ke desa-desa dan bertanya kepada masyarakat: “Bagaimana perasaan Bapak/Ibu jika PIDRA berakhir tahun 2008 ini?”
•Mayoritas dari mereka akan menjawab dengan mata berkaca-kaca berlinang air mata: “Biuh-biuh…Jane dereng lilo lho… Wong ibarat orang tidur nembe gumbregah tangi.. sadar apa yang mesti diperbuat, kok malah badhe ditingal, dereng siap rasane!!”
MEREKA TELAH BERUBAH…
•Kita tidak boleh larut dalam keharuan dengan mereka…sangat wajar mereka bersikap begitu, sebagaimana sang anak yang akan disapih “embok” nya…
•Kita semua mesti ingat betapa mereka dulu penakut, pemalu, “luthuk, kumel”, tidak berani bicara namun kini mereka telah menjadi “bintang”. Kritis, sulit berhenti bicara, “seger-seger”, cantik-ganteng, mengerti dan bisa bisnis dan melek politik, dll.
•Ini semua menunjukkan mereka telah berubah, berubah ke kutub positif, lebih baik, menuju kemandirian.
SIKAP KITA….
•Kita mesti bangga dengan hasil kerja keras kita semua..
•Kita mesti yakin, bahwa pendekatan yang kita lakukan untuk mengentaskan masyarakat miskin selama ini adalah benar..
•Kita harus menyadari bahwa kemandirian kelembagaan masyarakat merupakan investasi yang termahal dari PIDRA, karena tidak banyak program yang melakukan hal sama..
•Oleh karena itu kita harus menghargai hasil investasi ini..
KITA TELAH BERIVESTASI BANYAK..
•Kelembagaan Masyarakat yang telah terbentuk selama ini adalah investasi yang paling strategis.. Ini adalah pusat dari segalanya.. Ini adalah pusat tempat melakukan “mindset changing” = perubahan pola pikir. Ini adalah social capital = modal sosial yang tak ternilai harganya, tetapi intangible = ndak kasat mata, tak tersentuh indera secara langsung à maka sedikit program yang mau berinvestasi di aspek ini.
•Untuk menghitungnya betapa mahal dan berharganya “mari kita merenung sejenak, melakukan flesh back lakon kita sejak tahun 2001 hingga 2008 dalam mengajak maju mereka” betapa banyak pengorbanan: berapa tengki “liur yang berputar”, waktu yang dihabiskan, tiket pesawat, biaya hotel, rasa letih, jumlah rantai motor yang putus, belum lagi mungkin ada yang memakan koban keharmonisan rumah tangga sebagian keluarga besar PIDRA, dan lain-lain…
LALU “DIAPAIN” INVESTASI INI….
•Ibarat bangunan Rumah kita telah membuat FONDASI yang kuat: batu pilihan, semen pilihan, dicampur dengan adonan yang pas dan diaduk rata oleh pengaduk yang profesional sehingga fondasi menjadi kuat.
•Sebagian fondasi itu telah berdiri rumah yang bernama KOPERASI, sebagian masih Federasi dan KM serta LPD.
•Bagi yang telah terbangun KOPERSI, PR kita selanjutnya adalah “bagaimana terus melengkapi “perabotan” KOPERSI tersebut dan kegiatan-kegiatan yang sesuai agar bisa melangsungkan kehidupan yang layak secara mandiri berkelanjutan“
•Bagi yang masih Federasi, mari kita nilai aspek-aspek apa yang perlu ditingkatkan agar tipe rumahnya bisa meningkat menjadi KOPERASI.
•Setelah rumahnya jadi, selanjutnya kegiatan-kegiatan rumah tangganya yang harus kita fasilitasi agar bisa berumah- tangga secara berkelanjutan, jangan sampai “Rumah-Rumah” itu jadi “Rumah Suwung”, “blangkrak”, dibiarkan “bocor, dimakan rayap dan ditempati demit, medi, kuntilanak” dan sebagainya..
BEBERAPA ALTERNATIF YANG BISA DIKEMBANGKAN…
Agar “rumah-rumah” tadi tetap ramai, sebagai pusat perubahan ke arah yang lebih baik, beberapa alternatif berikut mungkin dapat menjadi ispirasi kita bersama:
1.Memperluas akses informasi dan Teknologi Tepat Guna (TTG).
2.Memperluas akses pasar dan pemasaran.
3.Memperluas akses permodal baik yang bersumber dari dana program (KUR, PKBL, CSR, Dinas teknis terkait, dll) ataupun kredit komersial (Bank Jatim, BRI, dll) maupun hibah atau penyertaan dari institusi/perorangan.
4.Sharing best practise antar desa di internal kab atau antar kab atau tempat lain.
5.Membangun “networking” internal kabupaten dan antar kabupaten.
1. MEPERLUAS AKSES INFORMASI DAN TTG
•Yang prioritas perlu diberi simpul-simpul akses informasi dan teknologi adalah para tokoh-tokoh KOPERASI dan/atau Federasi sehingga mereka akan menyebarkan informasi tersebut ke anggotanya.
•Untuk memperdalam informasi/TTG bila perlu dilakukan magang atau mengundang narasumber tersebut. Jangan membayangkan ini perlu anggaran khusus, jika masyarakat tertarik para tokoh ini akan bisa melakukan dengan swadaya dengan sedikit bantuan dari manajemen/LSMP.
•Contoh informasi/TTG yang menarik misalnya: Biogas dan Kompor berbahan bakar biji jarak pagar di Tulung Agung atau akses langsung ke Garlina TLOGO INDAH No. 44 Malang Tel. 0341581748, pencacah pakan ternak, pemipil jagung dan lain sebagainya (maaf jika kab lain tidak sempat disebut..)
2. Memperluas Akses Pasar dan Pemasaran
•Pada sisa program ini perlu terus difasilitasi akses pasar dan pemasaran. Produk yang tak mampu dipasarkan adalah “bumerang” oleh karena itu harus diyakinkan bahwa setiap item produk yang dihasilkan harus diyakinkan diserap pasar, upaya kreatif perlu terus dilakukan.
•Sebaiknya “jangan dorong masyarakat memproduksi” sebelum jelas pasarnya, bisa pasar lokal, kabupaten, propinsi atau nasional bahkan mungkin internasional.
•Tidak perlu ragu mendatangkan produk luar ke dalam masyarakat, jika “itu merupakan produk strategis”. Karena jika masyarakat PIDRA tidak mengambil kesempatan tersebut, maka pihak lain akan mengambilnya dan masyarakat PIDRA akan menjadi konsumennya. Misalnya kasus minyak goreng di Blitar, Ponorogo, Pupuk bersubsidi di Nglutung Tulung Agung dan contoh lain (maaf tidak sempat disebutkan di sini…
3. Akses Permodalan
•Hampir dipastikan semua masyarakat perlu tambahan modal, meskipun bervariasi jumlah dan tingkat kelayakannya.
•Oleh karena itu, perluasan akses permodalan harus terus diupayakan baik dari sumber dana program maupun kredit komersial.
•Dana Program seperti:
–PUAP à yakinkan jika desa-desa PIDRA mendapat PUAP bisa terlibat dalam pengelolaanya, jika tidak bisa, minimal bisa mengakses pinjamannya;
–PKBL à LSMP atau personal bisa menjadi “avalis/penjamin” untuk meyakinkan BUMN pembina seperti TELKOM, Bank Mandiri, BNI dll.
–Dana-dana Program di masing-masing kabupaten.
•Kredit Komersial, seperti dari BRI, Bank Jatim, BMT atau sumber lain. Hanya yang betul-betul feasible yang kita bantu akses kredit ini. Kendala utama adalah agunan, bantuan difokuskan pada upaya membantu sertifikasi tanah masyarakat PIDRA agar secara perlahan punya agunan.
4. SHARING “BEST PRACTISE”
•Cukup banyak pengalaman menarik yang ada di 99 desa di Jatim.
•Masing-masing kabupaten perlu “unjuk gigi” pengalaman menarik apa bisa dibagikan kepada saudara-saudaranya sesama PIDRA baik diinternal kabupaten maupun antar kabupaten.
•Daftar “succes story” tersebut diketik dan dishare bisa via email, sms atau fax maupun berupa leaflet, sehingga saudaranya yang lain tertarik untuk meniru atau memodifikasi agar lebih baik.
•Manajemen bila perlu memfasilitasi forum untuk sharing ini, bila dinilai sangat menarik dan akan berdampak positif secara luas sebaiknya perlu mendalami dengan cara magang atau on the job training (OJT).
5. MEMBANGUN “Networking”
•Jaringan amatlah penting bagi masyarakat Program PIDRA, menjelang kita sapih;
•Mereka tidak merasa sendiri, karena punya teman antar desa atau kabupaten;
•Melalui jaringan tersebut banyak hal yang dapat diperbuat mulai sharing informasi/TTG, pengalaman, kerjasama pemasaran ataupun hal-hal lain.
•Jika jaringan terbentuk jaringan harus NON PARTISAN, jangan sekali-sekali ditunggangi parpol ataupun kepentingan lainnya, akan terjadi konflik! Fokuskan kerjasama sosial dan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat “miskin”.
•Jadi kesimpulannya BENTUK JARINGAN/FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT PIDRA JATIM, segera! Tidak usah pake Notaris, Ini sekedar forum biasa! Yang penting mereka sambung antar kabupaten, jika ada tututan lebih biarlah tumbuh secara alamiah. Masyarakat PIDRA telah pintar memilih yang terbaik bagi dirinya.
SINGKAT CERITA....
•Mungkin banyak cara untuk menyakinkan agar masyarakat siap kita sapih…
•Namun demikian 5 upaya yang telah diuraikan di atas, setidaknya bisa menjadi sebagian inspirasi..
•Yang pantas kita coba…di sisa-sisa waktu / penghujung Program PIDRA ini..
•Selamat terus berkarya… sampai diujung kematian kita.. or sebelum liur kita kering!